Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Mengerikan! Nusron Sebut Habib Rizieq Ancam Bunuh Ahok

Jiwa Merdeka, Jakarta - Kordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa-Sumatera, Nusron Wahid menyatakan polisi juga akan memerika Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.

Ini dikatakan mantan ketua tim pemenangan Basuki T Purnama (Ahok) itu ketika ditanya soal tuntutan FPI saat unjuk rasa pada Jumat (14/10), menuntut Ahok selaku gubernur DKI diperiksa pihak kepolisian karena menistakan agama.

“Nanti Habib Rizieq juga akan diperiksa karena sudah mengancam akan membunuh Ahok,” tegas Nusron, saat menghadiri acara Gaple Thon di kantor DPP Golkar DKI Jakarta, kawasan Menteng, Sabtu (15/10).

Nusron hadir ke lokasi acara didampingi Fayakhun Andriadi (Ketua Golkar DKI Jakarta), Basri Baco (Sekretaris), Rudin Akbar Lubis (Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta), dan sejumlah pengurus.

Menurut Nusron, keindonesiaan dan kebangsaan masyarakat sedang diuji dalam kasus Ahok ini. 

"Ini bukan lagi persoalan Ahok, tapi persoalan kebangsaan kita," jelasnya.

Terkait pernyataannya bahwa Habib Rizieq akan diperiksa juga oleh polisi, Nusron tidak menjelaskan apakah karena ada pihak yang sudah melaporkan mantan Ketum FPI itu ke polisi atau tidak. (Sumber: jpnn.com).

Jokowi Lantik Jonan, Politikus Hanura Gerah: Buntutnya Kayak Jero Wacik, Boneka Doang

 
Jiwa Merdeka, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR Inas Nasrullah Zubir mengungkapkan kekhawatirannya terkait penunjukkan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM.

Menurut Inas, saat ini kompleksitas sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) sangat tinggi.

Kompleksitas itu bahkan lebih tinggi dibandingkan sektor perhubungan yang pernah diurus Jonan.

"Di perhubungan kan dia diganti berarti dianggap tidak mampu. Kok ditempatkan di sini (ESDM-red)," kata Inas, Jumat (14/10).

Di sisi lain, dia menilai, munculnya posisi wakil menteri bertujuan mengakomodasi Archandra Tahar masuk lagi ke sektor ESDM.

Hal itu serupa dengan posisi Menteri ESDM ketika dijabat Jero Wacik dan sang wakil Susilo Siswoutomo pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Buntutnya kayak Jero Wacik. Boneka doang, bagian teken-teken (tanda tangan-red). Yang jalanin Susilo sebagai wamen. Pantasnya Archandra ditempatkan kepala SKK Migas, itu pas. Beres-beres dulu di sana, buktikan. Baru periode berikutnya angkat jadi menteri," ujar Ketua DPD Hanura Banten ini. (Sumber: jpnn.com).